Nisan Berganti Nama, Keluarga Mendiang Pahlawan Unjuk Rasa

0
544
Keluarga besar mendiang pahlawan, Almarhum Hasan Dg Pabilla menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Kolut

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Keluarga besar Almarhum Hasan Dg Pabilla menggelar unjuk rasa. Mereka protes karena nisan almarhum di Taman Makam Pahlawan (TMP) Totallang justru sudah berganti nama lain.

Unjuk rasa itu dilakukan di Kantor DPRD Kolaka Utara sambil membawa keranda dan nisan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah, Senin (13/11/2023).

Kekesalan bermula, ketika keluarga Hasan Dg Pabilla ziarah ke TMP tepat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November belum lama ini. Namun setibanya di lokasi justru mereka tidak menemukan nisan almarhum.

Muhammad Muaz mengaku sakit hati atas hilangnya nama almarhum kakeknya . Ia menggebrak meja di pertemuan di kantor DPRD Kolut saat menyampaikan kekesalannya ke pihak Dinas Sosial (Dinsos) yang hadir.

“Ini dilakukan dengan sengaja karena nama almarhum pada upacara peringatan hari pahlawan setiap tahunnya selalu ada. Ini upaya pengaburan sejarah,” Kesalnya.

Ia mendesak Pemda Kolut dalam hal ini Pj Bupati setempat meminta maaf ke keluarga Hasan Dg Pabilla. Tidak hanya itu, mereka mendesak untuk mengusut pelaku perubahan dan penghilangan nama di makamnya.

“Saya heran. Kalau betul tidak diakui izinkan kami menggali kuburnya dan memindahkannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Sosial, Zainal Ahmad menyampaikan jika pihaknya memohon maaf dan menganggap bukan suatu kesengajaan.

Ada kelalaian di pihaknya terkait nama almarhum yang tidak ada dalam daftar legium veteran.

“Yang masuk dalam daftar legium veteran hanya Halide dan lainnya tidak ada. Kami akui beliau (Hasan Dg Pabilla) pahlawan dan benar ia yang dimakamkan di sana meski belum terdata dalam administrasi hingga saat ini,” bebernya.

Untuk diketahui, terdapat empat makam di TMP setempat yakni Hasan Dg Pabilla, Halide, Tammu, Abdul Rahman. Pada peringatan kali ini, nama Hasan Dg Pabilla berganti nama menjadi Tammu.

Sementara di nisan Tammu berganti nama menjadi Raufe yang tidak terdapat makamnya di TMP setempat. Setiap peringatan hari pahlawan, nisan dari keempat pejuang hanya ditempeli stiker oleh pemerintah setempat hingga nama yang satu dengan yang lainnya kadang tertukar.

Seperti di ketahui masyarakat kolaka utara Hasan Dang Pabilla dan dua saudaranya yaitu Matteru Daeng Sigerra dan Daeng Pasandrang adalah pejuang kemerdekan Indonesia dari kolaka utara

Hasan Daeng Pabilla meninggal pada tahun 1971 dan di makamkan di taman makam pahlawan di Tugu Kelapa namun pada tahun 2014 makam tersebut di pindahkan ke TMP Totallang atas permintaan pemda era Bupati Rusda Mahmud.

Almarhum Hasan Daeng Pabilla bersama saudaranya Daeng Pasandrang berhasil membunuh komandan batalyon tentara Jepang saat itu yang bernama Sakata.

Mereka dibunuh di Sungai Indewe berlokasi di samping rumah mantan Bupati Kolut Nur Rahman Umar. Sementara Matteru Daeng Sigerra bertugas melapor ke palopo terkait rencana pembunuhan komandan tentara Jepang itu

Matteru Daeng Sigerra meninggal di tanah suci pada tahun 1992. Adapun Daeng Pasandrang meninggal pada tahun 2002 dan di makamkan di pemakaman umum Indewe. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini