Nilai Investasi Rp 5 T, Jokowi Resmikan Pabrik Gula Milik Haji Isam

0
973
Presiden Joko Widodo saat meninjau pabrik gula di Kabupaten Bombana yang berdiri di atas bendera PT Prima Alam Gemilang, Kamis (22/10/2020)

MCNEWSULTRA.ID, Rumbia – Presiden RI Joko Widodo menyempatkan diri meninjau sekaligus meresmikan Pabrik gula di Kabupaten Bombana, Kamis (22/10/2020). Pabrik gula dengan nilai investasi Rp 5 triliun itu berdiri dengan bendera PT Prima Alam Gemilang yaitu salah satu anak perusahaan Jhonlin Group milik Haji Syamsuddin Arsyad alias haji Isam.

Dalam kunjungan itu Presiden didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi, Haji Isyam dan tampak pula mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Mengutip keterangan resmi Sekretariat Presiden, Jokowi menyebut investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

“Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” kata Jokowi.

Selain keberanian tersebut, satu hal yang perlu digarisbawahi ialah investasi tersebut nyatanya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15.000 tenaga kerja.

“Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi,” tuturnya.

“Di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru. Keputusan ini patut kita hargai,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri. Sedangkan sisanya, masih harus mengandalkan impor.

“Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” katanya.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Jokowi dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus tahun 2020 ini.

Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

Reporter : Makmur

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini