Munas Kadin Rawan Picu Klaster Baru Covid-19

0
1351
Muhammad Fajar Hasan

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dipastikan meriah. Oleh sebagian kalangan, agenda nasional itu menyimpan ekspektasi tinggi terhadap pemulihan ekonomi di Sultra. Tapi ada kekhawatiran hajatan itu berubah jadi klaster baru Covid-19.

“Kita akui Munas Kadin Indonesia itu berkah bagi UMKM di Kota Kendari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah aman dari kontraksi atau minus. Tapi ingat juga perkara Covid-19 insidensi kasus mulai serius lagi,” tutur Ketua Harian Jaringan Indonesia (Jari) Sultra, Muhammad Fajar Hasan, Rabu (23/6/2021).

Sebagaimana diketahui, Kasus Covid-19 di Kota Kendari mulai kembali naik. Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 per Rabu, 23 Juni 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kendari bertambah 46 orang, dari sebelumnya 151 menjadi 197 kasus.

Dia menuturkan, Munas Kadin bakal dihadiri ribuan orang dari luar daerah atau perwakilan pengurus dari semua provinsi. Diantaranya tentu orang-orang dari daerah zona merah Covid-19 di Indonesia seperti wilayah Jawa dan sekitarnya.

“Bicara agenda nasional praktis potensi kerumunan orang sulit diredam. Terlebih peserta yang hadir sebagian kalangan orang penting di dunia usaha. Jadi penerapan aturan prokes relatif setengah hati dijalankan semisal jaga jarak,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah daerah sudah bersusah payah memerangi penyebaran Covid-19, baik pemerintah provinsi Sultra maupun pemerintah Kota Kendari. Tidak sedikit tenaga, pikiran, dan materi yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kita mestinya menghargai pemerintah yang selama ini sudah susah payah bekerja. Selain itu, kita juga harusnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dengan tidak membuat acara yang memicu terjadinya kerumunan,” katanya.

“Terutama bapak Presiden, mohon maaf, mestinya beliau tetap konsisten dalam memastikan bahwa kampanye memutus rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan di semua daerah. Artinya, ketika misalnya bapak Presiden turut hadir dalam Munas Kadin maka kita tidak tau bagaimana penilaian masyarakat,” imbuhnya.

Mantan Ketua MPM Universitas Haluoleo ini menyarankan agar sebaiknya Munas Kadin ditunda untuk sementara waktu. Itu sejalan dengan keinginan pengurus Kadin beberapa provinsi yang meminta Munas Kadin ditunda atau dibatalkan. Kalau sulit ditunda cara aman dilaksanakan secara virtual saja.

“Saya kira, itu (Munas secara virtual) akan lebih efektif, lagi pula tidak mengurangi substansi dari Munas itu sendiri. Tetapi kalau panitia ingin memaksakan kondisi, maka satgas Covid-19 mesti kerja ekstra dari sekarang. Semua fasilitas kesehatan on time lagi,” tandasnya. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini