Masyarakat Nelayan Blokade Akses Jalan ke Proyek Bandara Kolut

0
393
Masyarakat Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara terpaksa memblokade akses jalan sekitar lokasi pembangunan bandar udara., Sabtu (20/11/2021)

MCNEWSULTRA.ID, LasusuaMasyarakat Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara terpaksa memblokade akses jalan sekitar lokasi pembangunan bandar udara.

Aksi Penutupan akses jalan tersebut sebagai bentuk protes kepada pihak kontraktor PT Monodon Pilar Nusantara atas penutupan muara sungai tempat nelayan  melabuhkan perahu mereka.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Desa Lametu, Kalamuddin, awalnya Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kolut saat pertemuan di kantor camat pasca pembebasan lahan berjanji tidak akan menutup muara sungai sebelum Pemda membuat tambatan perahu bagi masyarakat nelayan di Desa Lametuna.

Tampak sejumlah perahu nelayan yang tidak beraktivitas karena akses menuju laut terhalang timbunan proyek.

“Namun faktanya, ketika muara sungai ditutup, tambatan perahu yang dijanjikan Pemda belum di buat,” terangnya, Sabtu (20/11/2021)

Bahkan, lanjutnya, pihak kontraktor melakukan penutupan muara sungai secara diam-diam tanpa berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

“Mereka menutup muara sungai sekitar jam 1 malam, tanpa sepengetahuan masyarakat nelayan dan pemerintah desa. Sementara di dalam muara sungai masih banyak perahu nelayan, karna itu hari ini kami lakukan aksi protes ke pihak kontraktor,” tukasnya.

Dikatakan, masyarakat nelayan sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak kontraktor, pemerintah kecamatan, dan perwakilan pemerintah daerah namun tidak ada respon.

“Jadi kalau perahu nelayan yang masih di dalam muara itu mau dikeluarkan maka pihak kontraktor wajib membuka kembali muara sungai yang sudah ditutup dan jangan ditutup lagi sebelum Pemerintah membuat tambak labu sementara untuk nelayan,” bebernya.

Akibat penutupan muara sungai secara sepihak oleh pihak kontraktor, masyarakat nelayan di Desa Lametuna tidak bisa melaut.

“Sudah hari dua  ini pak masyarakat tidak melaut karena muara sungai ini akses satu-satunya bagi nelayan yang hendak melaut di tutup,” pungkasnya.

Seorang nelayan, Jusman mengaku sempat kebingungan mencari muara sungai saat pulang dari melaut, sehingga perahunya ditambat di ujung tanggul lokasi proyek bandara. (***)

Reporter : Andi Momang

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini