Kemenko Marves Tinjau Infrastruktur Kawasan Industri Asbuton

0
445
Gubernur Sultra Ali Mazi (kanan) saat mendampingi tim Kemenko Marves meninjau kawasan industri Aspal Buton di Kabupaten Buton, Senin (1/2/2021). (foto : Diskominfo Sultra)

MCNEWSULTRA.ID, Pasarwajo – Tim Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) akhirnya berkunjung ke Kota Baubau dan Kabupaten Buton. Agenda itu merupakan tindaklanjut hasil rapat koordinasi antara Menko Marves Luhut Pandjaitan dengan jajaran Pemprov Sultra awal Januari 2021.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves ayodhia GL Kalake (kanan) saat baru tiba di Bandara Betoambari

Kedatangan tim yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia G.L. Kalake disambut hangat Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Wali Kota Baubau AS Tamrin dan Bupati Buton La Bakry di Bandara Betoambari Baubau, Senin (1/2/2021)

Kadis Kominfo Sultra, Ridwan Badallah menuturkan, setibanya di Kota Baubau tim Kemenko Marves lebih dulu sarapan pagi di Persiapan Mess Provinsi (eks Rumah Jabatan Bupati Buton di Bau-Bau), menjadi titik mulainya kunjungan kerja hari keempat di Pulau Buton.

Kunjungan ke salah satu lokasi kawasan industri Aspal Buton

Sejam kemudian seluruh tim bergerak menuju Latewe. Selama sejam perjalanan gubernur beserta rombongan (kementerian, provinsi, kota, dan kabupaten) tiba di pusat eksploitasi aspal Buton. Salah satu spot yang dikunjungi adalah PT. Wika.

“PT. Wika adalah perusahaan yang mengelola sumber daya aspal baik dalam bentuk bahan jadi atau siap pakai maupun dalam bentuk setengah jadi atau serpihan batuan aspal. Menurut salah satu karyawan di perusahaan tersebut bahwa PT. Wika telah mendapat IUP untuk mengelola 100 hektar areal pegunungan aspal,” ungkap Ridwan Badallah dalam rilisnya.

Peninjauan Pabrik Aspal Buton guna melihat fasilitas kegiatan produksi

Obyek lokasi lain yang dikunjungi adalah lokasi tambang PT Wijaya Karya Bitumen, Pelabuhan Nambo, Pabrik PT Kartika Prima Abadi, dan Pelabuhan Banabungi PT Wika Bitumen.

“Kunjungan tersebut memang bertujuan untuk meninjau kesiapan industri Aspal Buton (Asbuton) juga infrastruktur pendukung, seperti pembangunan akses dan pelabuhan, serta tata kelola izin usaha pertambangan (IUP),” katanya.

Pose bersama Gubernur Sultra bersama Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves ayodhia GL Kalake serta jajaran direksi PT Wika Bitumen

Pada malam hari, kata dia, diadakan rapat terbatas dan tertutup di salah satu ruangan hotel di Baubau. Dalam momen itu Gubernur Ali Mazi menyerahkan buku karangan sendiri untuk diteruskan pada Menko Marves Luhut B Pandjaitan.

“Secara umum gubernur menegaskan serius mengembangkan industri Aspal Buton. Sebagai bukti adalah peran aktif dalam rapat koordinasi kementerian beberapa kali, termasuk pula menerima tim Kemenko Marves hari ini,” tutur Ridwan.

Kemenko Marves sangat mengapresiasi seluruh kesiapan pemeritah Provinsi Sultra terkait kebijakan pemerintah pusat untuk menjadikan Asbuton sebagai aspal andalan untuk pengaspalan di Indonesia dan kedepan akan menggantikan aspal cair yang secara ekonomis dan produksi lebih menguntungkan dan memudahkan.

Tak ketinggalan sejumlah kepala OPD menyatakan kesiapan mendukung program peningkatan kualitas produksi Asbuton melalui berbagai pendekatan berdasarkan prioritas kewenangan secara kelembagaan.

Bentuk pelayanan birokrasi itu antara lain membantu regulasi, pengawasan, dan pengendalian. Lalu mendukung pembangunan jalan pintas dari pertambangan aspal menuju pabrikasi dan pelabuhan dan sebagainya.

“Sangat penting untuk membuat kebijakan satu pintu masuk pengiriman aspal Buton yakni di Pelabuhan Nambo sehingga Pelabuhan Banabungi yang selama ini digunakan PT Wika Bitumen dijadikan pelabuhan kapal umum atau angkutan masyarakat saja,” saran Kadis Perhubungan Sultra, Hado Hasina. (adv)

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini