Jembatan ‘Golden Gate’ Buton-Muna Digarap Tahun Depan

0
905
Gubernur Sultra Ali bersama Kadis SDA dan Bina Marga Sultra Abdul Rahim dan Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Pahri Yamsul dalam agenda kunjungan ke Kota Baubau, Tampak pula Wali Kota Baubau AS Tamrin (kopiah hitam). foto (ist)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sultra sedikit menggeser perhatian ke wilayah kepulauan. Cukup padat program prioritas di wilayah itu. Salah satunya mega proyek pembangunan jembatan bentang panjang menghubungkan Pulau Buton dan Muna.

Rencananya tahun 2022 jembatan sepanjang 1,18 kilometer dan lebar 20 meter itu sudah mulai dibangun. Kegiatan proyek itu sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

“Kita sedang mengupayakan pembangunan berbagai infrastruktur yang dapat menyatukan seluruh wilayah Provinsi Sultra. Inshaallah tahun depan, pembangunan Jembatan Tona akan dimulai. Seluruh dokumen pendukungnya sudah siap,” kata Gubernur Sultra Ali Mazi.

Itu ditegaskan saat membuka acara Pertandingan Olahraga dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Sultra di Kantor Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Senin (5/4/2021).

Selain Jembatan Tona, kata dia, perencanaan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Sulawesi dengan Pulau Muna juga saat ini sedang digarap. Pada tahun 2021 ini, penyusunan dokumen studi kelayakan pembangunan jembatan itu sudah dimulai.

“Dengan terbangunnya kedua jembatan tersebut, maka seluruh wilayah Sultra dapat terhubung. Hal ini diharapkan berimplikasi pada peningkatan ekonomi wilayah sehingga Sultra akan lebih maju dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” tuturnya.

Menurutnya, pembangunan kedua jembatan menautkan wilayah Sultra merupakan implementasi dari strategi pembangunan yang diusung AMAN (Ali Mazi-LukmanAbunawas), yakni Garbarata (Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan/Kepulauan).

“Wilayah Provinsi Sultra sangat luas dan terdiri dari banyak pulau. Jadi di era kepemimpinan saya selaku Gubernur bersama Wakil Gubernur Bapak Lukman Abunawas, mengusung konsep Strategi Garbarata,” jelasnya.

Dengan strategi ini, tambah gubernur, pembangunan di Sultra dapat menjangkau seluruh wilayah di provinsi ini, dan hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan yang melintasi Selat Baruta itu diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 3,4 triliun. Jembatan itu digadang-gadang akan menjadi jembatan terpanjang di kawasan Asia Tenggara.

Lokasi pembangunan jembatan ini meliputi dua daerah yakni Kota Baubau (Pulau Buton) di Kelurahan Palabusa dan Kabupaten Buton Tengah (Pulau Muna) di Desa Baruta. Jembatan ini didesain berbentuk suspension bridge atau jembatan gantung.(***)

Reporter : Juhartawan

 

 

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini