MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari melaporkan inflasi year-on-year (yoy) sebesar 1,47 persen pada Juni 2025, dengan kenaikan bulanan (mtm) sebesar 0,37 persen.
Angka ini didorong oleh kenaikan harga di delapan dari sebelas kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang berkontribusi 0,30 persen terhadap inflasi.
Kepala BPS Kendari Sulistiawati Efendy mengungkapkan, ikan teri, cabai rawit, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Sementara itu, sawi hijau, ayam hidup, dan sabun cair justru menekan inflasi (deflasi).
“Meski inflasi terkendali, kami mengingatkan potensi gangguan pasokan akibat musim hujan, khususnya di sektor hortikultura dan perikanan,” tuturnya dalam rilis data di Aula BPS, Selasa (1/7/2025).
Pemkot Kendari berkomitmen menekan inflasi menjelang kuartal III-2025, dengan fokus pada stabilitas harga pangan dan antisipasi dampak cuaca ekstrem.
Sulistiawati juga menekankan, laporan inflasi bukan sekadar angka, tetapi tolok ukur efektivitas kebijakan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Asisten III Pemkot Kendari, Imran Ismail, menegaskan inflasi masih dalam batas aman berkat intervensi seperti pasar murah dan koordinasi antar-dinas.
Namun, ia meminta kewaspadaan terhadap ancaman gangguan rantai pasok pangan akibat curah hujan tinggi.
“Kami akan perkuat pemantauan distribusi barang dan koordinasi dengan pedagang,” ujarnya.
Hadir dalam forum tersebut perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Sultra, dan OPD terkait. (***)
Reporter : sawar




