MCNEWSULTRA.ID, Yogyakarta — Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) 2026 di The Alana Hotel & Conference Center Malioboro Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026).
Forum ini menjadi titik balik transformasi organisasi dari sekadar ikatan emosional menjadi kekuatan institusional menjelang abad kedua UII.
Ketua Dewan Penasihat DPP IKA UII, Mahfud MD, menegaskan nilai kebangsaan sebagai fondasi utama pemersatu alumni.
“IKA UII disatukan oleh ide keindonesiaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan organisasi membutuhkan kerja keras, doa, dan loyalitas terhadap nilai-nilai UII.
RAPIMNAS 2026 mengusung tema Alumni Sebagai Masa Depan UII: Dari Ikatan Emosional Menuju Kekuatan Institusional.
Acara ini diikuti pengurus pusat, daerah, perwakilan luar negeri, serta unsur rektorat dan yayasan UII.
Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir, menyatakan forum ini menghasilkan Roadmap Transformasi IKA UII 2026–2031 yang mencakup enam agenda strategis.
Yaitu penguatan peran alumni, kemandirian finansial melalui dana abadi, digitalisasi database, budaya giving back, pembentukan Career Center dan Innovation Fund, serta kolaborasi dengan pemerintah dan korporasi.
UII berdiri pada 8 Juli 1945, sebelum kemerdekaan Indonesia, dengan misi membangun peradaban melalui kemerdekaan intelektual dan moral. Karena itu, penguatan peran alumni adalah bagian dari menjaga amanah sejarah.

Sekretaris Jenderal IKA UII, Abdurrahman Shaleh, menegaskan bahwa RAPIMNAS 2026 bukanlah sekadar forum seremonial, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa alumni UII siap bertransformasi dari entitas emosional menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang nyata.
“Kita harus memastikan bahwa setiap ide brilian alumni tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjelma menjadi program yang membumi dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya .
Menurutnya, transformasi institusional yang digariskan dalam enam agenda strategis harus dijalankan dengan disiplin dan keberanian, agar IKA UII mampu menjadi mitra solutif bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan .
Mantan Ketua DPRD Sultra itu mengajak seluruh alumni untuk menjadikan semangat RAPIMNAS sebagai momentum meneguhkan peran sebagai bagian dari civil society yang solid dan produktif .
“Ilmu yang kita peroleh adalah amanah, dan gelar akademik harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang membawa kemaslahatan,” tegasnya
Ketua PMI Sultra itu mengingatkan bahwa kontribusi alumni tidak diukur dari besarnya jabatan, melainkan dari konsistensi dalam memberikan teladan dan solusi bagi lingkungan sekitar .
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antaralumni dari berbagai latar profesi untuk menciptakan efek berganda dalam pembangunan, khususnya di sektor-sektor strategis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin .
Di akhir pernyataannya, Abdurrahman Shaleh menyampaikan optimisme bahwa IKA UII akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal cita-cita Indonesia Emas 2045, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

“IKA UII harus bergandengan tangan dengan semua elemen bangsa, memastikan negeri ini tetap terang dan tidak terjebak dalam kegelapan,” katanya penuh harap .
Ia meyakini bahwa dengan kerja keras, doa, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai UII, alumni mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa berkah bagi almamater, bangsa, dan negara .
Kegiatan RAPIMNAS juga dirangkaikan dengan bakti sosial IKA UII Peduli, berupa pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan, dan bantuan hukum gratis bagi masyarakat.
Melalui RAPIMNAS 2026, IKA UII berkomitmen menjadi organisasi yang lebih profesional, mandiri, dan kolaboratif, demi kontribusi nyata bagi almamater, bangsa, dan negara. (***)
Reporter : sawar




