Harga Tiket Kapal Cepat Rute Tobaku-Siwa Kini Rp 150 Ribu

0
1875
Kapal cepat Express Bahari 88 resmi menetapkan harga baru tiket penyeberangan Tobaku-Siwa

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Harga tiket kapal cepat (fiber) Ekspres Bahari 88 yang selama ini melayani rute penyebrangan penumpang dari pelabuhan Tobaku, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara (Kolut) menuju pelabuhan Bansalae Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) naik 32 persen.

Menurut penanggungjawab Perwakilan PT Belibis Putra Kolaka Utara, Arman Abidin, naiknya harga merupakan imbas kenaikan BBM subsidi jenis solar yang sangat memberatkan biaya operasional perusahaan.

“Armada kami menggunakan BBM subsidi bukan industri dengan naiknya harga BBM subsidi maka secara signifikan mempengaruhi biaya operasional perusahaan,” jelasnya, Selasa (6/9/2022).

Dia menuturkan kenaikan harga tiket kelas ekonomi dan VIP yang mencapai 32 persen itu berlaku sejak kemarin, Senin ( 5/9).

“Harga tiket saat ini Rp 150.000 dari harga awal Rp 115.000 untuk kelas VIP, sementara kelas ekonomi naik dari harga Rp 95.000 menjadi Rp 130.000 per penumpang,” rinciannya.

Meski naik, harga tersebut tidak sepenuhnya dapat menutupi biaya operasional kapal setiap harinya.

“Biaya operasional bisa tertutupi kalau dalam setiap harinya kami mendapat penumpang 240 orang atau 120 penumpang satu kali jalan. Sementara penumpang yang kami dapat terkadang hanya sekitar 85 orang perhari,” bebernya.

Naiknya harga tiket kapal fiber mendapatkan tanggapan beragam penumpang yang ditemui di pelabuhan penyeberangan penumpang.

“Sebenarnya kagetki pak dulu kan harga tiket cuman Rp 95.000, tadi pas beli sudah naik Rp130.000,” kata H. Basri penumpang tujuan Kabupaten Wajo.

Meski demikian, penumpang yang berprofesi sebagai pengusaha ini maklum jika kenaikan tersebut merupakan imbas naiknya BBM subsidi beberapa waktu lalu.

“Maumi diapa pak karena BBM juga naik, tapi kalau bisa harga tiket diturunkan sedikit,” harap dia.

Senada, Usman yang juga salah satu penumpang tujuan Kabupaten Wajo, berharap harga tiket yang di patok pihak perusahaan saat ini diturunkan sedikit karena dianggap memberatkan.

“Kalau bisa Rp 110.000 saja, kalau harga sekarang itu sangat memberatkan kita kasiang,” pintanya. (***)

Reporter : Andi Momang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini