Harga Beras Picu Lonjakan Inflasi di Kolaka Utara

0
268
Gelar pasar murah salah satu upaya Pemkab Kolaka Utara mengatasi kebutuhan masyarakat terhadap sembako yang harganya melonjak

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua — Laju Inflasi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk Minggu kedua berjalan di bulan Maret 2023 berada pada angka 7 persen.

Menurut Kebijakan Ahli Muda Bagian Prekonomian dan SDA, Setda Kolaka Utara, Army Hasanuddin kenaikan harga beras yang cukup signifikan belakangan ini jadi penyumbang inflasi terbesar di bumi Patowonua.

“Penyumbang inflasi terbesar adalah harga beras yang naik cukup signifikan,” terangnya, Minggu (26/3/2023).

Guna menekan laju inflasi, kata anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Kolut, pemerintah bekerjasama dengan Bulog Kolaka menyiapkan 9 ton beras premium. Harganya Rp 9 450 per kilogram.

“Jadi masyarakat dapat membeli per kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 47.250, melalui Posko Pengendalian Inflasi yang telah dilaunching langsung Bapak Penjabat Bupati Kolaka Utara di depan Kantor Polsek Lasusua,” ujarnya.

Selain beras, lanjutnya, masyarakat juga dapat membeli kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula pasir, bawang merah, dan telur.

“Diprioritaskan beras untuk selalu ada. Kalau komoditas lainnya hanya sebatas tambahan saja dan akan diadakan sesuai ketersediaan,” jelasnya.

Untuk Senin (27/3/2023) posko pengendalian inflasi, menyediakan stok untuk gula pasir sebanyak 200 kilogram, minyak goreng 120 liter, telur broiler 100 rak dan komoditas bawang merah 150 kilogram.

“Kita berharap dengan adanya pasokan beras oleh Pemerintah Daerah Kolaka Utara, bisa menekan laju inflasi di Kolaka Utara,” imbuhnya.

Terkait lonjakan harga beras dan laju inflasi, Pj Bupati Kolaka Utara, Parinringi melalui Rapat Penanganan Inflasi yang ikuti Kepala BPS Kolaka Utara, Asisten I dan III, Kepala Disdag, Kadis Ketahanan Pagang, Kepala Distanhorti, dan TPID Kolaka Utara.

Menekankan perlunya langkah kongkrit dan cepat agar laju inflasi tidak semakin meningkat.

“Salah satunya, intervensi pasar dan stabilasasi pasokan kebutuhan pokok utamanya beras” pungkasnya.

Diketahui, salah satu upaya Pemkab Kolaka Utara menekan laju inflasi yakni dengan memasok 9 ton beras Bulog yang dijual melalui posko pengendalian inflasi yang terletak di area Perkantoran Polsek Lasusua.

Posko tersebut, diresmikan Pj Bupati Kolaka Utara pada hari Jum’at (24/3/2023) disaksikan TP2ID (Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah) TPID dan Satgas Pangan Kabupaten Kolaka Utara.

Dilansir dari databoks.katadata.co.id, lonjakan harga beras tidak hanya terjadi di Kabupaten Kolaka Utara tapi juga dibeberapa daerah atau provinsi di Indonesia.

Meski demikian, Harga beras harian di pasar modern Sulawesi Tenggara menjadi yang termahal se-Indonesia

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat rata-rata harga beras (per kilogram) harian di pasar modern di beberapa provinsi telah menyentuh angka Rp 13,9 ribu per kilogram, data per Jumat, 24 Maret 2023.

Secara keseluruhan, rata-rata minggu ini naik dibandingkan rata-rata pekan lalu yang tercatat Rp. 13,68 ribu per kilogram.

Harga beras harian di pasar modern Sulawesi Tenggara menjadi yang termahal se-Indonesia dengan harga jual Rp 18.750 per kilogram. Dibandingkan sebulan lalu, harga beras di provinsi ini lebih tinggi. Sebelumnya tercatat pada angka 13.050 per kilogram.

Sementara di pasar modern Sumatera Barat, harga beras dijual seharga Rp 17.350 per kilogram dan menjadi yang termahal kedua di dalam negeri.

Kemudian di urutan ketiga, harga beras di Nusa Tenggara Barat seharga Rp 14.900 per kilogram, Maluku Utara Rp 14.750 per kilogram, dan Banten Rp 14.700 per kilogram.

Sementara itu, terdapat 17 provinsi dengan penjualan harga beras di bawah rata-rata nasional. Tiga provinsi dengan harga jual beras terendah adalah Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Barat. (***)

Reporter : Andi Momang

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini