
MCNEWSULTRA.ID, Kendari – PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sudah siap merealisasikan pembangunan kampus politeknik pertambangan di Kabupaten Konawe. Wacana itu memang sudah digaungkan sejak tahun 2020 lalu dan pendirian kampus menelan biaya investasi sebesar Rp 20 miliar.
Kesiapan secara teknis sudah dipaparkan VDNI di hadapan Gubernur Sultra Ali Mazi rapat koordinasi (rakor) persiapan pembangunan Politeknik Pertambangan Konawe di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (3/2/ 2021). Turut hadir Deputi Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddin.

Gubernur Ali Mazi menekankan agar VDNI benar-benar serius dengan rencana pembangunan politeknik tersebut. Selain itu selama proses pembangunan senantiasa berkoordinasi tidak hanya ke pemerintah pusat, tapi juga ke pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten.
“Saya harap, setiap dua minggu sekali saya memperoleh laporan tentang perkembangannya. Sehingga jika ada kendala, pemerintah daerah bisa turut membantu mengatasinya,” pinta Ali Mazi.
Di luar itu, gubernur pun tetap menyetujui pembangunan kampus berada dalam kawasan industri karena sepenuhnya menjadi kewenangan persetujuan pemerintah pusat.
“Secara pribadi saya menginginkan pembangunan kampus di luar area industri. Tetapi kalau didasari pertimbangan efektivitas maupun efesiensi dan persetujuan pusat, tidak masalah di dalam kawasan industri,” tuturnya.
Hanya saja, gubernur mengingatkan pembangunan kampus tetap mempertimbangkan ketentuan kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Tujuannya agar mahasiswa dalam aman dan nyaman menjalani kegiatan belajar dalam kampus.
Sementara itu Sekretaris Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan juga mendukung pembangunan kampus dalam area industri asal memenuhi semua aturan rujukan hukum, zonasi tata ruang serta konsep kerjasama antara pemerintah daerah dengan perusahaan.
“Pembangunan politeknik bukan hanya sekadar untuk menciptakan pekerja di Virtue (PT. VDNI). Tapi pada konteks yang lebih luas lagi. Kita harus berpikir lebih luas, bukan cuma lima tahun. Kita tidak tahu bagaimana Virtue di masa-masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Direktur VDNI Wisma Bharuna menyampaikan sejauh ini pihaknya telah menggarap rencana pembangunan politeknik ini dengan intens. Desain tekniks, pemilihan kontraktor, hingga pemilihan lahan lokasi kampus sudah dilakukan.
“Kelembagaannya nanti kami buat dalam model yayasan dan posisi pengawas langsung dijabat gubernur,” katanya.
Menurutnya, kampus politeknik itu akan dibangun di dalam kompleks industri. Pertimbangannya karena sekolah ini lebih mengedepankan praktek sehingga akan lebih mudah jika gedung kampus dbangun dalam kompleks industry agar lebih memudahkan proses belajar mengajar.
“Industri yang berlokasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe tersebut, berkonsep teknopark. Di dalamnya ada fasilitas-fasilitas umum, termasuk sekolah (politeknik) dengan kawasan yang hijau, meskipun industrinya berat (pertambangan),” terangnya.
Adapun terkait urusan perizinan, sepenuhnya sudah dibereskan secara online. VDNI juga telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk izin online tersebut. Rencananya, Februari-Maret ini berkas-berkasnya akan dimasukkan semua. (***)
Reporter : Juhartawan





