MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Pasangan Muhammad Endang SA-Wahyu Ade Pratama semakin memantapkan diri menjadi salah satu kontestan Pilkada Konawe Selatan 2020. Keduanya pun baik bersama maupun terpisah sudah melakukan konsolidasi dukungan ke semua pelosok daerah. Sebagian dikemas dengan tema temu silaturahmi keluarga.
Pasangan yang didukung koalisi PAN dan Partai Demokrat itu dinilai rival berat petahana bupati Surunuddin yang kini menggandeng politisi PKS Rasyid. Iklim persaingan Endang dan Surunuddin memang sudah terbentuk sejak Pilkada 2015 lalu.

“Sebelum memutuskan maju, yah saya bersama Wahyu sudah berdiskusi sejak lama. Kemudian kami juga membangun komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama maupun unsur generasi muda. Animonya cukup besar, yah bismillah kami siap maju,” tutur bakal Calon Bupati Konsel, M Endang SA saat bincang-bincang dengan mcnewsultra.id, Rabu (29/7/2020).
Wakil Ketua DPRD Sultra itu mengaku, jauh-jauh hari telah mengevaluasi penyebab kekalahan dalam kontestasi pilkada sebelumnya. Salah satunya adalah saat head to head gagasan. Brand gagasan Desa Maju, Konsel Hebat itu memang cukup membius sebagian masyarakat desa.
“Kalahnya kami tuh ya di situ, gagasan kurang membumi waktu itu. Gagasan rival lumayan kuat dari sisik konsep. Kami sepakat pilkada itu sebuah pertarungan gagasan, bukan cuma ambisi kekuasaan. Demokratisasi politik menuntut masyarakat harus lebih diprioritaskan penilaiannya,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Sultra itu.
Pilkada kali ini, kata dia, duet Endang-Wahyu juga sudah membuat rumusan konsep mumpuni, brand gagasan itu sudah dikaji mendalam, jadi tak sekadar ideal dalam tataran konsep, tetapi juga lebih realistis dalam terapannya.
“Meramu konsep dalam bentuk gagasan, kenapa mesti realistis karena kami juga harus memperhitungkan banyak hal semisal kapasitas anggaran daerah, daya serap wilayah dan sebagainya. Itu prioritas saya bersama Wahyu, nanti semuanya akan kami sounding konsepnya secara bertahap,” terangnya. (**)
Reporter : Juhartawan




