MCNEWSULTRA.ID, Jakarta – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk dan bagian dari Pertamina Group, menyatakan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru) yang berlangsung 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026 beberapa waktu lalu.
Langkah ini sejalan dengan arahan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, dan gangguan akses distribusi yang diprediksi BMKG selama libur akhir tahun.
Penguatan SDM dan Armada
Untuk menjaga keandalan operasi di tengah lonjakan kebutuhan dan risiko cuaca, Elnusa Petrofin menyiagakan 7.636 Awak Mobil Tangki (AMT) di seluruh terminal BBM dan titik operasi nasional. Kesiapan personel dipercepat melalui promosi internal, redistribusi, dan rekrutmen terfokus di area kritis.
Dari sisi armada, perusahaan mengerahkan 2.181 unit Mobil Tangki, termasuk 62 unit baru khusus Satgas Nataru. Optimalisasi perbaikan dilakukan melalui mekanik on-site, serta penyiapan 225 unit spot charter untuk mengantisipasi gangguan jalur distribusi akibat cuaca ekstrem atau kepadatan lalu lintas.
Penguatan Monitoring dengan Teknologi Road Traffic Control (RTC)
Menjawab arahan Pertamina tentang pengawasan intensif, Elnusa Petrofin mengaktifkan sistem monitoring nasional melalui GPS, CCTV, dan pemantauan real-time setiap unit MT via Road Traffic Control (RTC). Sistem ini menganalisis pergerakan armada mulai dari rute aman, potensi kemacetan, hingga mitigasi cepat terhadap genangan, longsor, atau delay suplai.
Dukungan juga diberikan melalui 124 Rest Area dan 1 Check Point untuk menjaga kebugaran AMT di rute panjang, serta implementasi Fuel Safety & Reliability Standard (FSRS).
Prioritas Keselamatan dan Keamanan Distribusi
Elnusa Petrofin menerapkan pendekatan ketat melalui pre-trip inspection, auto-block untuk unit tidak layak, pengecekan fit to work, pengaturan jam kerja maksimal, dan pemeriksaan teknis khusus MT tua. Aspek keamanan diperkuat dengan inspeksi sarfas, penyegelan MT, penerapan Online Delivery Info (ODI), serta dukungan pengamanan TNI di titik-titik tertentu.
Kesiapan Layanan Lintas Moda
Selain logistik darat, Elnusa Petrofin memastikan kesiapan fasilitas energi lain, yakni 8 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 4 Terminal BBM, 2 Terminal LPG, 1 SPBU, dan 2 SPPBE, guna menjaga suplai energi bagi sektor udara, laut, dan darat, termasuk wilayah rawan cuaca ekstrem.
Akselerasi Pemulihan Distribusi di Wilayah Terdampak Bencana
Terkait bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra Utara, Elnusa Petrofin bersama Pertamina Patra Niaga dan elemen terkait terus mengakselerasi pemulihan distribusi BBM.
Sinergi dilakukan untuk menembus keterbatasan akses, menerapkan strategi distribusi, serta menjamin keselamatan pekerja.
Checkpoint dan Rest Area baru dengan fasilitas lengkap (kasur, AC, logistik) diaktifkan di jalur vital seperti Dumai–Medan, Medan–Ketambe, dan Lintas Jambi–Dumai.
Direktur Operasi dan Marketing Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan kolaborasi solid menjadi pondasi utama.
“Kami bergerak dalam satu komando dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan setiap tetes BBM tersalurkan ke masyarakat. Dukungan afiliasi seperti PT Patra Logistik juga krusial memperkuat barisan operasional. Ini bukti nyata saling menopang demi ketahanan energi nasional dan keselamatan AMT sebagai prioritas,” ujarnya.
Dengan kesiapan terintegrasi mulai dari SDM, armada, fasilitas, sistem kendali digital, hingga penguatan HSSE, Elnusa Petrofin menegaskan perannya sebagai garda depan distribusi energi nasional.
“Satgas Nataru Pertamina adalah misi nasional. Kami siap mendukung penuh agar energi tetap mengalir aman, tepat waktu, dan berkesinambungan di tengah potensi cuaca ekstrem dan peningkatan mobilitas masyarakat,” tambah Ferdiansyah. (***)
Reporter : sawar




