DPRD Sultra Imbau Kadis SDA dan Bina Marga Jangan Mangkir RDP

0
57
Ketua Komisi IV La Ode Frebi Rifai (kiri) dan Wakil Ketua DPRD Sultra Nur Salam Lada

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Anggota DPRD Sultra La ode Frebi Rifai sangat menyayangkan ketidakhadiran Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Burhanuddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam upaya menuntaskan kisruh proyek Jalan Poros Raha – Lakapera, Selasa (16/11/2021).

RDP itu digelar Komisi III DPRD Sultra sekaligus menindaklanjuti aspirasi Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sultra beberapa hari lalu.

Sebelumnya AP2 Sultra berunjuk rasa memprotes pembatalan proyek Pengaspalan Jalan Poros Raha-Lakapera yang menghubungkan Kabupaten Muna – Muna Barat dan Kabupaten Buton Tengah.

Namun RDP tersebut tidak menemukan kesepakatan dan terpaksa diskorsing hingga Kadis SDA dan Bina Marga menghadiri RDP selanjutnya. Namun keputusan itu sempat memicu kekecewaan AP2 Sultra karena dipastikan masalah makin berlarut-larut.

La Ode Frebi Rifai, mengaku geram dengan sikap Kadis SDA dan Bina Marga Sultra, Burhanuddin. Sikap itu dinilai tidak kooperatif sebagai pejabat sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pengerjaan ruas jalan rusak tersebut.

“Tentunya, kami kecewa sebagai mitra Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, karena dia yang mempunyai kewenangan untuk menjelaskan rencana pemutusan kontrak itu,” katanya, Kamis (18/11/2021)

Terpisah, anggota DPRD Sultra lainnya, LM Marsudi juga mendesak agar PPTK tetap melanjutkan pengerjaan proyek Laiba – Wakumoro yang menghubungkan tiga kabupaten itu. Kalau tidak, maka pemblokadean jalan oleh masyarakat berlanjut dan dipastikan dapat menganggu arus lalu lintas di wilayah itu.

“Harus lanjut, jangan ditunda lagi. Kalau tidak dikerjakan itu sangat merugikan masyarakat di tiga kabupaten, Solusinya panggil saja pemenang tender, bisa tidak selesaikan itu proyek,” tukasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Sultra telah menganggarkan pengerjaan jalan provinsi poros Laiba-Wakumoro dengan anggaran kurang lebih Rp6 miliar. Bahkan proses tender pengerjaan jalan tersebut sudah dilakukan dan dimenangkan oleh CV Cipta Barakati.
Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sultra sempat berunjuk rasa di Kantor DPRD Sultra. Kehadiran pendemo tujuan mendesak anggota dewan agar turun langsung menuntaskan kisruh perbaikan jalan yang menghubungkan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Tengah.

Sedangkan titik jalan rusak berada di wilayah Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna atau disebut Jalan Poros Raha – Lakapera. Warga setempat sudah berulang kali melakukan aksi blokir jalan sebagai bentuk protes terhadap Pemprov Sultra, pasalnya perbaikan jalan itu mandek lagi gara-gara ribut tender. (**)

Reporter : Juhartawan

 

Komen FB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here