DPP LAT Resmi Dikukuhkan, Gubernur Sultra jadi Tamu Kehormatan

0
286
Prosesi adat dalam acara pengukuhan DPP LAT, Rabu (26/8/2020)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Kepengurusan Dewan Pimpinan Umum Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) resmi dikukuhkan di salah satu hotel di Kendari, Rabu (26/8/2020). Sebanyak 250 Pomberehu’a atau pengurus akan menjalankan roda organisasi dalam masa bakti 2020 – 2025.

Kegiatan pengukuhan mengambil tema Optimalisasi Peran Lembaga Adat Tolaki sebagai Mitra Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Daerah dalam bingkai NKRI. Gubernur Sultra Ali Mazi tampil sebagai tamu kehormatan didampingi Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas beserta unsur Forkompimda lainnya. Bahkan pangdam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal Andi Sumangerukka menyempatkan juga hadir dalam acara tersebut.

Ketua Umum DPP LAT H Masyhur Masie Abunawas memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran sejumlah pejabat tinggi daerah dan Pangdam XVI/ Hasanuddin. Pengukuhan pengurus itu sendiri sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 01/kps/LAT/2020 tentang susunan organisasi Lembaga Adat Tolaki.

“Pengukuhan kepengurusan DPP LAT ini adalah salah satu rangkaian proses setelah pelaksanaan Musyawarah Adat ke 4 pada bulan Februari lalu. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 sekitar 37 persen adalah masyarakat Suku Tolaki yang mendiami wilayah Sultra,” katanya saat membawakan sambutan.

Kesempatan itu mantan Wali Kota Kendari itu berharap agar gubernur atas nama pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus terhadap organisasi LAT sebagai upaya mendukung program unggulan Sultra Berbudaya maupun berjalannya roda organisasi LAT.

“Kami berharap pula agar seluruh pengurus berperan aktif membuat program positif demi mendukung upaya pelestarian Budaya Tolaki. Selain itu harus cerdas dalam memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu beradaptasi di era digital sekarang,” terangnya.

Gubernur Sultra Ali Mazi dalam sambutannya menegaskan, nilai-nilai adat Tolaki yang berpusat pada Kalo Sara harus dipandang sebagai simbol yang sakral dan mesti dihormati oleh siapapun.

Diakui upaya menjaga nilai-nilai budaya leluhur yang terkandung dalam falsafah Kalo Sara dihadapkan pada tantangan berat dengan munculnya budaya baru yang cenderung mengabaikan nilai-nilai budaya leluhur.

“Untuk itu untaian kalimat filosofis hidup masyarakat Suku Tolaki Inae Konasara Ieto Pinesara, Inae Liasara Ieto Pinekasara harus dtanamkan sejak dini. Jika dilihat dari maknanya mengandung pesan moral yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan,” ungkapnya. (**)

Reporter : Wawan

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini