Diskusi AMSI, Kritik Media Tetap Kedepankan Edukasi dan Solusi

0
363
Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh (kiri) dan Sekdaprov Sultra Nur Endang Abbas (kanan) saat menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Media yang digagas AMSI Sultra, Selasa (4/5/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Dinamika dunia jurnalistik saat ini relatif menghadapi banyak tantangan serius. Salah satunya upaya membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat bahwa pers masih menjadi bagian garda terdepan saluran informasi utama. Semua bisa terwujud bila pers mampu menjaga marwah bekerja secara profesional.

Pandangan itu terungkap dalam acara Forum Diskusi Media bertema Sinergitas Media Siber Mendorong Pembangunan di Sultra. Diskusi yang dipandu Ketua AMSI Sultra M Djufri Rachim itu menampilkan dua pembicara utama yaitu Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Shaleh dan Sekda Provinsi Sultra, Hj Nur Endang Abbas.

Kegiatan itu digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sultra di Salah satu hotel di Kendari, Selasa (4/5/2021). Turut hadir dalam acara Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sultra Gugus Suryaman dan sejumlah pemilik media siber di Sultra. Acara itu juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh (kiri) dan Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah (kanan) saat menghadiri acara Forum Diskusi AMSI Sultra.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh menegaskan, keberadaan media siber sekarang harus diakui memiliki kecepatan dalam menelurkan informasi. Selain itu menjamin kemudahaan akses bagi pembaca berita di mana pun berada. Semua itu memang sangat dibutuhkan.

“Pertama, memang ada media yang tingkat profesionalismenya sudah baik, sistem cek and balance sudah terukur dalam penguatan berita. Kedua, ada penguatan berita yang judulnya bagus, tapi isinya berbeda atau judulnya tidak bagus tetapi isinya bagus. Dua kontradiksi ini harus dipersepsikan dengan benar,” jelasnya.

Menurut Ketua DPW PAN Sultra itu, parameter media profesional adalah mampu menyajikan informasi dengan baik, menjunjung tinggi kode etik dalam bertugas, beritanya mengedukasi masyarakat dan berorientasi solusi sehingga setiap masalah tertangani dengan cepat.

“Meski media merupakan mitra pemerintah, tak berarti bahwa berita hanya puji-puji. Sesekali kontrol juga harus ada agar pemerintah memiliki dasar untuk melakukan koreksi, telaah atau evaluasi dari proses pengambilan keputusan,” terangnya.

Senada Sekdaprov Sultra Nur Endang Abbas mengakui, peran media memang tak bisa dinafikan karena sebuah berita bisa mendukung kerja-kerja pemerintahan, tetapi juga bisa berpotensi menjatuhkan citra bila keliru dalam menyusun produk informasi.

“Saya pribadi sadar kok, tidak ada orang besar tanpa peran media. Tetapi sekali lagi kami butuh media yang memiliki kompetensi sumber daya memadai. Melakukan koreksi secara berimbang dan memiliki pengetahuan terkait batasan-batasan dalam kewenangan birokrasi,” katanya.

Ditegaskan pula, media adalah mitra pemerintah untuk bersinergi, menjadi bagian dalam kontrol kebijakan dan program pemerintah itu sendiri sebagai bahan untuk bertindak dan menjalanakan pemerintahan yang lebih baik.

Sebelumnya Ketua AMSI Sultra Djufri Rachim menyampaikan, AMSI dan SMSI adalah dua organisasi media siber yang sudah terverifikasi dan menjadi konstituten resmi Dewan Pers. Di Sultra sendiri dua organisasi tersebut memiliki total anggota sekitar 40-an media siber. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini