Tak perlu menunggu jadi, baru bisa berbuat. Mungin kalimat ini pantas disematkan pada Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara Anton-Abbas.
Meski belum menyandang status pimpinan daerah, namun duet berslogan AndalanKu itu sudah lebih awal memberdayakan masyarakat lokal, khususnya untuk kalangan pengusaha Usaha Kecil, Menengah dan Mikro (UMKM).
Laporan : Andi Momang, LASUSUA
MCNEWSULTRA.ID – Beberapa hari lalu Paslon Anton-Abbas mengambil inisiatif melakukan aksi borong rumah makan usai gelaran deklarasi di Lapangan Alun-alun Lasusua.
Sekretaris Tim AndalanKU Muhammad Syair kembali menuturkan, sebanyak 38 rumah makan yang diborong atas instruksi Cabup Anton. Semua massa pendukung jangan ada yang terabaikan.
“Keputusan ini kami nilai tepat, tidak mungkin bisa menyediakan tambahan logistik untuk ribuan orang dalam beberapa jam. Bisa-bisa tim kelimpungan sendiri,” ungkapnya, Sabtu (31/8/2024).

Seperti diketahui, estimasi panitia deklarasi, jumlah massa yang hadir berkisar 3.000-an orang dan itu sesuai laporan pada pihak-pihak berkompeten. Namun ternyata membeludak sekira 7.000-8.000-an orang. Sementara kesiapan logistik konsumsi itu 3.000 orang.
Alasan Cabup Anton, kata dia, melakukan aksi borong rumah makan tersebut didasari nurani menginginkan pesta Pilkada 2024 tak sebatas euforia tanpa memberi azas manfaat pada masyarakat luas.
“Kata beliau, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Hidupkan itu rumah makan, borong semua makanannya. Indonesia lagi serba resesi kita harus saling menguatkan,” kutip Anggota DPRD Kolut terpilih itu.
Prinsipnya, kata Chay -sapaan akrab – Paslon Anton-Abbas ingin mengajak pada semua bakal calon kepala daerah agar mengutamakan pendekatan azas manfaat dalam konstestasi pilkada, terutama pada kalangan dunia usaha.
“Secara keseluruhan nominal angka tagihan rumah makan hingga saat ini sebesar Rp 147 juta. Alhamdulillah sudah beberapa dituntaskan pembayarannya, sisanya masih tunggu nota pesanan masuk lagi,” ujarnya.
Senada Pendiri Pedagang Kali Lima (PK25) sekaligus penanggung jawab konsumsi, Yunus Bongkar mengakui, 38 rumah makan itu berada dalam dan luar Kota Lasusua. Massa pendukung dan simpatisan dibebaskan makan gratis tanpa terkecuali.
“Soal pembayaran semua rumah makan sudah langsung dilunasi Bendahara Umum Tim AndalanKU secara tunai. Bahkan di luar tanggung jawab saya juga tunai lunasnya,” katanya.
Yunus juga membeberkan sejauh ini Anton-Abbas sudah merogoh kocek sebesar Rp 118 juta untuk membayar harga makananan sesuai jumlah nota pesanan yang masuk. Dan, hingga saat ini juga masih menunggu nota pesanan makanan yang masuk dari rumah makan di luar Kota Lasusua.
“Hari ini kami masih menunggu nota warung baik dari Kecamatan Batu Putih, kelurahan Lapai, Puncak Monapa. Kalau ada rumah makan belum terselesaikan segera hubungi kami,” imbaunya.
Sementara salah seorang pemilik rumah makan berlokasi di Patung Kuda Lasusua, Mas Widi sangat mengapresiasi aksi peduli Paslon Anton-Abbas peduli terhadap nasib para pelaku UMKM, utamanya pada usaha rumamh makan.

“Banyak orang datang makan ke warung saya. Terpaksa ada beberapa kelompok rombongan kami tolak karena keterbatasan tempat duduk dan meja. Cuma satu rombongan kami layani. Ada yang makan, ada yang minta bungkus,” terangnya.
Sebelum massa ‘menyerbu’ warung rumah makannya, Mas Widi mengaku sudah menerima konfirmasi dari Tim AndalanKU untuk melayanan seluruh pesanan pendukung dan simpatisan. Perkara pembayaran diselesaikan panitia sesuai jumlah nota order.
“Bayarnya itu hari hari juga dibereskan sesuai nominal yang tertera dalam nota. Alhamdulillah hanya dalam beberapa jam kami sudah untung Rp 1 juta,” akunya. (***)




