Bongkar Dugaan Fraud Miliaran Rupiah, Direksi Baru Bank Sultra ‘Dijempol’ OJK

0
509
Bank Sulra. foto (ist)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Direksi baru Bank Sultra memperlihatkan gebrakannya. Dibawah pimpinan Abdul Latif, manajemen baru Bank Sultra mengungkap kasus besar di internalnya. Salah satunya adalah mengungkap kasus dugaan fraud berupa penyalahgunaan anggaran operasional bank sebesar Rp 9,5 miliar.

Pengungkapan ini dilakukan setelah Abdul Latif didefinitifkan menjadi Direktur Utama di bank milik pemerintah daerah tersebut, Jumat (26/3/2021). Tindak pidana fraud diduga dilakukan IJP, kepala cabang pembantu bank Sultra, di salah satu Kabupaten pemekaran di Sulawesi Tenggara.

IJP diduga melakukan tindakan Fraud (tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu atau memanipulasi bank, nasabah, atau pihak lain yang terjadi dilingkungan bank), sejak tahun 2018. Tiga tahun kemudian, kasus fraud ini diungkap direksi baru, setelah adanya laporan dari Satuan Kerja Audit Internal (SKAI).

Saat SKAI menemukan indikasi fraud, direksi kemudian melakukan tindakan penggantian pimpinan kantor, dan menarik IJP di kantor pusat untuk investigasi mendalam, Sabtu (27/3/2021).

Setelah temuan indikasi pelanggaran, Direktur Utama, Abdul Latif kemudian memberikan kuasa kepada salah satu stafnya, untuk melaporkan kasus ini di Direktorat Reserses Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra.

“Dugaan tindakan fraud ini sudah saya laporkan di Polisi. Saya memberikan kuasa direksi kepada salah satu staf untuk mengadukan secara resmi di Ditreskrimsus Polda Sultra,” kata Abdul Latif.

Tindakan itu dilakukan untuk menelusuri modus yang dilakukan IJP serta aliran dana, termasuk adanya pelaku lain yang diduga terlibat dalam tindakan penyalahgunaan uang operasional tersebut.

“Jadi saya tegaskan lagi, dana yang diduga disalahgunakan merupakan uang operasional kantor, tidak ada sepeserpun uang nasabah. Jadi uang nasabah saya jamin aman,” sambungnya.

Menurutnya, perbuatan oknum karyawan Bank Sultra itu merupakan perbuatan tercela, dan sangat mencederai nilai-nilai budaya kerja serta menyalahi pakta integritas.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengaku, sudah menerima laporan dugaan fraud di bank Sultra. Dirinya belum tahu pasti berapa total penyeleweangan dana. Yang pasti OJK tahu nilainya relatif fantastis.

“Kasus ini masih terus berkembang, dan sudah masuk di rana kepolisian. Tetapi kami meminta agar pihak bank mendorong tata kelola bank dengan cara good governance termasuk dalam mengelola dana yang ada di bank,” katanya, Jumat (9/4/2021).

Mengenai kasus bank Sultra di Konkep, OJK berpendapat perkara fraud ini merupakan temuan internal bank Sultra. Mereka melakukan pemeriksaan dan ditemukan selisih uang kas yang sangat signifikan.

“Yang jelas kasus ini ditemukan manajemen yang baru. Kami mengapresiasinya, karena bisa menemukan permasalahan tersebut” tuturnya.

OJK tetap mendorong dan mensuport direksi baru bank Sultra untuk menyelesaikan kasus ini dengan transparan. Khusus pelaku, OJK tetap mendorong agar ada sanksi terhadap bersangkutan dan mesti bertanggung jawab atas penyimpangan yang dilakukan. (***)

Reporter : Wawan

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini