Bombana Jadi Sentra Nursery Perkebunan Nasional

0
526
Rapat koordinasi jajaran Pemkab Bombana dengan tim Ditjenbun Kementan RI membahas kelanjutan program Nursery perkebunan nasional di Kabupaten Bombana, Jumat (26/3/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Rumbia – Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI meninjau progres perintisan Nursery (Pembibitan dan Persemaian) Perkebunan di Kabupaten Bombana. Selain melakukan peninjau tim Dirjenbun menggelar rapat koordinasi pemantauan bersama Nursery tanaman perkebunan, Jumat (26/3/2021).

Perintisan Nursey perkebunan itu merupakan integrasi program nasional Ditjenbun membangun 150 Nursery dan kebun sumber benih moderen di seluruh Indonesia. Program itu fokus pada sepuluh komoditas yaitu kelapa, karet, kopi, kakao, tebu, lada, pala, cengkeh,jambu mete, vanilla.

Saat berkunjung ke Bombana, Tim Ditjebun dihadiri oleh Direktur Perbenihan Perkebunan Saleh Mokhtar, Kepala BBPPTP Surabaya Kresno Suharto. Selain itu ada pejabat dari institusi pusat lainnya juga ikut dalam rombongan.

Keduanya adalah Asdep Prasarana dan sarana pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Ismariny dan Asdep Bidang Pertanian, Ketahanan Pangan, Riset, dan teknologi Setkab RI Ida Dwi Nilasari.

Direktur Perbenihan Perkebunan Ditjebun Saleh Mokhtar mengatakan, saat ini Ditjenbun sudah mencanangkan Program Gerakan Peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida). Program ini menekankan pada tujuh komoditas.

“Selain menetapkan komoditas prioritas, Ditjebun juga sudah menetapkan wilayah yang menjadi sentra komoditas. Nah kebetulan untuk Sultra komoditas mete dan kakao jatuhnya di Bombana. Nah sarana dan prasana Nursery-nya sudah ada,” katanya.

Pembangunan Nursery itu berlokasi di Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Seluruh infrastruktur pendukungnya baik jaringan irigasi, tempat persemaian dan sebagainya sudah sudah dibuat.

Bupati Bombana Tafdil sangat mengapresiasi pembangunan Nursery perkebunan untuk komoditas mete dan kakao. Potensi pengembangan kedua komoditas itu cukup terbuka. Namun sebagian kondisinya sudah tua dan tidak produktif sehingga butuh peremajaan.

“Makanya pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap proram pemerintah pusat, kami siapkan lahan seluas 5 hektare sebagai lokasi pembibitan,” katanya saat memberikan sambutan di rakor tersebut.

Sedangkan Plt Kadis Pertanian Bombana Muhammad Siarah menuturkan, data tanaman jambu mete di Kabupaten Bombana sangat luas dan membutuhkan penanganan khusus agar produksinya bisa meningkat.

Terkait capaian pembangunan Nursery, dia menyampaikan pekerjaan bangunan yang sudah terlaksana di tahun 2020 lalu yaitu pekerjaan rabat jalan di area nursery dengan volume pekerjaan 473 m2 dan telah dibuat drainase sepanjag 148 meter.

“Na ini berguna untuk mendukung mobilitas di dalam area nursery serta untuk kebutuhan saluran pembuangan air disaat turun hujan sehingga area nursery tidak tergenang, ” terangnya. (***)

Reporter : LM Dzaki

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini