BNPB Siap Verifikasi Konsep Mitigasi Bencana Pemprov Sultra

0
369
Suasana pertemuan Kepala BNPB RI Doni Monardo (kiri) dengan Gubernur Sultra Ali Mazi membahas tindaklanjuti konsep migitasi kebencanaan di Sultra, Kamis (18/2/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Jakarta – Wilayah Sulawesi Tenggara termasuk kawasan paling rawan bencana. Dalam beberapa tahun misalnya, bencana banjir menjadi persoalan yang setiap mengancam pemukiman warga. Selain itu ada beberapa kawasan mesti mendapat perhatian sebelum terdampak bencana besar.

Kondisi itu diungkap Gubernur Sultra Ali Mazi ketika bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo di Graha BNPB-RI, Jakarta Timur, Kamis (18/2/2021).

Dalam pertemuan koordinasi dan konsultatif tersebut Gubernur Ali Mazi bersama Asisten I Setprov Sultra Basiran, Kepala BNPB Sultra Muhammad Yusup, dan Danrem 143/HO Kendari Brigjen TNI Jenny A Siahaan. Sedangkan Kepala BNPB-RI Doni Monardo bersama Inspektur Utama Tetty Saragih serta Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Fisik Ali Bernardus.

Dikutip dari Juru Bicara Gubernur Sultra, Ali Mazi kembali memaparkan sebuah program strategis yaitu merelokasi posisi Pasarwajo (Ibukota Kabupaten Buton) ke zona yang lebih tinggi. Pasalnya wilayah tersebut pernah dihantam khususnya bagian pesisir diterjang tsunami tahun 1992.

Bencana di tahun 1992 itulah yang mendasari tindakan major mitigation yang dilakukan Gubernur Ali Mazi. Tidak main-main, untuk menyelamatkan 97.670 jiwa penduduk Kabupaten Buton yang tersebar di tujuh kecamatan —mulai dari Lasalimu hingga Kapontori— opsi pemindahan kota harus dilakukan.

“Areal kotabaru Pasarwajo telah disiapkan. Lokasinya lebih tinggi beberapa kali dari batas maksimum capaian gelombang tsunami. Desainnya pun secara bertahap dirampungkan,” tutur Ali Mazi.

Namun, kata dia, untuk memindahkan kota perlu pelibatan semua pihak di tingkat pusat dan daerah, mulai dari Kementerian PUPR, Bappenas, dan lainnya —bahkan BNPB.

Dalam pertemuan baik Pemprov Sultra maupun BNPB program tersebut masih akan ditindaklanjuti dengan verifikasi untuk melihat kondisi sesungguhnya yang terjadi di sana dan bagaimana langkah mitigasinya.

Ali Mazi juga mengusulkan program rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana longsor dan banjir besar tahunan pada tahun 2019 dan tahun 2020, yang terjadi di beberapa kabupaten maupun kota di Sultra.

Menanggapi usulan relokasi Pasarwajo, Kepala BNPB Doni Monardo menilai masih harus dilakukan verifikasi dengan tujuannya melihat seberapa besar dampak bencana, utamanya dampak tsunami yang dapat terjadi setiap saat, dan juga banjir akibat Rob.

“Kendati tidak dapat dipastikan kapan, namun kemungkinan tsunami masih akan terjadi di Pasarwajo atau di pesisir Kabupaten Buton yang menghadap langsung Laut Banda. Jika suatu daerah pernah dilanda tsunami, maka potensi daerah tersebut masih akan menerima impact yang sama, entah kapan,” katanya.

Aliran Sungai Wanggu juga mendapat perhatian serius Gubernur Ali Mazi dan Kepala BNPB-RI Doni Monardo. Sedimentasi (proses pendangkalan) yang terjadi di muara sungai ini, ikut menyebabkan pendangkalan pada dasar Teluk Kendari.

Volume sedimen yang masuk ke DAS (Daerah Aliran Sungai) Wanggu sebagian besar disumbangkan oleh aktivitas pertambangan dan kegiatan masyarakat di dua kabupaten/kota yang dilalui sungai ini.

DAS Wanggu merupakan bagian dari Sungai Lasolo – Sampara, yang secara administratif meliputi Kota Kendari (di Kecamatan Mandonga, Baruga dan Anduonohu), dan Kabupaten Konsel (di Kecamatan Ranomeeto, Moramo dan Konda).

Pertemuan tersebut berhasil mendorong sejumlah keputusan penting terkait kebencanaan di Provinsi Sultra. Kedua belah pihak menjadikan potensi kebencanaan di Sultra sebagai perhatian serius dan harus mendapat penanganan khusus.

“Khususnya pemerintah provinsi. Sebab, potensi kebencanaan ini adalah dampak dari masifnya aktivitas masyarakat yang berada di perlintasan sungai, utamanya areal-areal penambangan dan aktivitas manusia yang tidak bersahabat dengan alam,” jelas Kepala BNPB Sultra Muhammad Yusup. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

 

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini