BMKG dan BPBD Kolut Mulai Waspadai Ancaman La Nina

0
803
Prakirawan BMKG Kolaka Fajar Sidik (kiri) dan Kepala BPBD Kolut Hj Syamsuriani (kanan) usai sosialisasi kesiapsiagaan bencana La Nina, Selasa (16/11/2021)

MCNEWSULTRA.ID, Lasusua – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kolaka dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara mulai menyusun rencana mengantisipasi dampak La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi

Berkaitan itu, kedua institusi tersebut menggelar sosialisasi guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut.

Prakirawan BMKG Kolaka, Fajar Sidik mengungkapkan, sesuai informasi BMKG potensi La Nina di kawasan Kolaka Raya, khususnya Kolut dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022.

“Fenomena tersebut merupakan anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan. Cuma dampaknya pada daerah tidak sama,” ungkapnya, Selasa (16/11/2021).

Dijelaskan, dampak La Nina akan lebih dirasakan bagi masyarakat di daerah yang topografi tidak rata, misalnya di daerah dataran tinggi. Karena saat curah hujan meningkat, air berpotensi akan menuju hilir dan menyebabkan banjir. Begitu juga risiko terjadinya bencana longsor.

“Untuk itu, masyarakat di daerah yang topografinya tidak rata, harus lebih mewaspadai dampak La Nina. Khususnya kolaka utara yang wilayahnya di dominasi area pegunungan,” ucapnya.

Dia menegaskan, kesiapsiagaan mutlak diperlukan atas jenis bencana ini karena frekuensi kejadiannya yang sangat dominan. Tentu saja, sebagian dari bencana alam tersebut tidak bisa kita cegah, namun resiko kerugiannya dapat kita kurangi melalui upaya massif, koordinasi yang efektif dan sinergi yang baik antar BMKG dan BPBD kolaka utara.

Kepala BPBD Kolut, Hj Syamsuriani menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai simulasi kesiapsiagaan mengantisipasi bencana. Dia berharap agar masyarakat mewaspadai La Nina, utamanya di daerah rawan longsor dan banjir.

“Tentu kami berharap agar masyarakat juga ikut siaga dan waspada, jika sewaktu-waktu terjadi fenomena ini,” harapnya.

Dia menambahkan untuk masyarakat yg tinggal di bantaran sungai atau daerah yang rawan lonsor agar ketika terjadi hujan panjang agar sebisa mungkin mencari tempat aman agar terhindar dari bencana alam. (***)

Reporter : Andi Momang

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini