
MCNEWSULTRA.ID, Jakarta – Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR), melakukan kunjungan kerja ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memperkuat sinergi dalam pencegahan korupsi melalui program Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) 2025.
Pertemuan ini dihadiri pula oleh Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK Yudha Wibowo serta diikuti oleh 31 kepala perangkat daerah Sultra.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, Gubernur ASR menegaskan pentingnya pendampingan KPK sejak dini guna memastikan kebijakan daerah sesuai koridor hukum.
“Kami sadar pencegahan korupsi harus dimulai dari awal, bukan di akhir. Karena itu, kami mengajak KPK terlibat langsung dalam perencanaan proyek strategis,” ujarnya di hadapan media usai pertemuan.
Ia menyatakan komitmennya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Mantan Pangdam Hasanuddin itu juga mengapresiasi langkah KPK dan pemerintah pusat dalam memperkuat pencegahan korupsi, yang menurutnya harus diimplementasikan secara sinergis di daerah.
“Pemerintah provinsi dan pusat harus selaras, baik dalam kebijakan maupun pelaksanaannya,” tegasnya.
Selain aspek hukum, Gubernur ASR menjelaskan upaya pencegahan korupsi mencakup pengawasan internal, pelibatan KPK dalam perencanaan proyek, dan peningkatan kapasitas aparatur.
Kegiatan ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Sultra membangun tata kelola bersih dan transparan, dengan menjadikan pencegahan korupsi sebagai prioritas utama pembangunan. (***)
Reporter : wawan



