Ali Mazi Soroti Prevalensi Stunting Masih Tinggi

0
460
Gubernur Sultra Ali Mazi saat pertemuan dengan jajaran BKKBN Sultra membahas pencanangan pendataan Keluarga Serentak 2021 di Sultra.

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Tingginya prevalensi kasus stunting atau gizi buruk di sebagian wilayah Sultra kembali menjadi sorotan Gubernur Sultra Ali Mazi. Pasalnya, upaya untuk menekan angka kasus belum begitu maksimal, meski Sultra dikenal sebagai daerah kaya akan sumber daya alam.

Hal itu diungkap gubernur ketika mengawali pencanangan pendataan perdana Keluarga Serentak Nasional tahun 2021 di Provinsi Sultra yang dilakukan BKKBN bertempat di rujab Gubernur Sultra, Kamis (1/4/2021).

Kegiatan pendataan perdana ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Asmar, Koordinator Bidang Adpin BKKBN Sultra, Agus Salim, jajaran eselon dan staf kantor BKKBN Provinsi Sultra serta petugas pendataan dari Dinas Dalduk KB Kota Kendari.

“Ada dua point penting dari pendataan ini yakni mengukur sejauh mana keberhasilan program Keluarga Berencana, dan juga untuk mendata keluarga yang memiliki balita dengan gizi buruk atau stunting,” katanya.

Ali Mazi merasa prihatin bahwa Sultra yang kaya dengan berbagai sumber daya alam (SDA) ini masih terdapat kasus stunting terutama di daerah-daerah yang menjadi lokus penanganan stunting.

“Kasus stunting ini bukan karena daerah itu miskin, tetapi karena pola asuh dari ibu terhadap anak yang tidak memperhatikan standar gizi,” terangnya.

Dia pun berharap agar BKKBN Sultra yang telah diberi tanggungjawab pemerintah pusat untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penanganan kasus stunting.

“Selaku kepala daerah saya akan selalu mendukung dan menyukseskan setiap program BKKBN Sultra, terutama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah itu,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Sultra, Asmar, mengatakan, pendataan keluarga tersebut untuk validasi data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat. Pendataan Keluarga tahun 2021 menghasilkan data mikro keluarga secara by name by address sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, Pendataan Keluarga tahun 2021 juga penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia. Selain itu pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

“Pendataan Keluarga tahun 2021, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun,” katanya.

Dalam kegiatan pendataan, BKKBN Sultra melibatkan 6.642 kader yang bekerja dimulai 1 April – 31 Mei 2021 dengan sasaran pendataan sebanyak 685.833 KK di 17 kabupaten kota se Sultra.

“Pendataan nantinya ada dua, ada yang mendata menggunakan smartphone sebanyak 3.345 kader dan mendata manual melalui formulir sebanyak 3.297 kader. Khusus Kota Kendari dan Baubau menggunakan smartphone,” pungkasnya. (***)

Reporter : Juhartawan

 

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini