Ali Mazi Melunak, 500 TKA Bisa Masuk ke Sultra

0
323
Suasana Rapat Forkompimda membahas kedatangan 500 TKA asal Tiongkok yang akan bekerja di PT DVNI dan PT OSS, Jumat (12/6/2020)

MCNEWSULTRA.ID, Kendari – Gubernur Sultra Ali Mazi akhirnya melunak. Masa tenggat penundaan kedatangan 500 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok dicabut dan bisa masuk ke Sultra dalam waktu dekat.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sultra mengusulkan penundaan kedatangan TKA pekerja PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) itu.

Sesuai jadwal, 500 tenaga ahli teknik ini nantinya akan memimpin 11.000 pekerja untuk menyelesaikan sejumlah smelter (peleburan) yang sempat tertunda karena Status Pembatasan Transportasi yang sempat dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia karena pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dihadiri pula sejumlah unsur seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perguruan tinggi dan perwakilan mahasiswa di aula Rujab Geburnur Sultra, Jumat (12/6/2020).

Ali Mazi menegaskan, kedatangan 500 TKA milik perusahaan pertambangan PT VDNI dan PT OSS tersebut sudah melalui prosedur administrasi perizinan dan seluruhnya mematuhi protokol kesehatan dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Persetujuan pemprov terkait kedatangan TKA semata-mata pertimbangan demi kemajuan Sultra karena salah satunya mendorong banyak serapan tenaga kerja lokal juga. Selain itu kebijakan diputuskan juga berkaitan dengan hubungan bilateral kerjasama antara Pemerintah RI dan China,” terangnya dalam rapat Forkompimda.

Hasil estimasi, kata dia, kemungkinan bisa ada rekruitmen tenaga kerja lokal sebanyak 3000 orang dalam perusahaan VDNI dan OSS. Karena, satu TKA ahli nanti akan didampingi tujuh tenaga lokal sehingga bertahap akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Sesuai data saat ini ada sekitar 11 270 orang tenaga kerja lokal yang bekerja di kawasan Industri Morosi . Sekitar 92 persen pekerja berasal dari Sultra. Sisanya delapan pekerja dari luar Sultra atau TKA. Angka itu belum termasuk dari perusahaan Join VDNI dan OSS yang tentu jumlah cukup banyak ,” katanya. (*)

Reporter : Juhartawan

 

 

Komen FB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini